Uskup se-Asia Sepakat Indonesia Jadi Panutan Harmoni Kebhinekaan

Uskup se-Asia Sepakat Indonesia Jadi Panutan Harmoni Kebhinekaan

Yogyakarta – Para Uskup di Asia melakukan pertemuan dan berbagi pengalaman dengan sejumlah pemuka agama di Yogyakarta dalam forum Interreligious Hospitality, dalam rangkaian Asian Youth Day (AYD) ke-7. Pada sesi ini, muncul semacam kesepakatan tak resmi, untuk menjadikan Indonesia sebagai panutan (role model) atas proses harmoni kehidupan di tengah kompleksitas masyarakat, baik dari sisi agama, budaya dan asal-usul etnisitas.

Menurut informasi yang redaksi terima dari Media Relation AYD 2017 Claudia Chyntia AA, Kamis (3/8/2017), tampil sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, Kepala Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Yohanes Harun Yuwono, aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri NUtizen Savic Ali dan Dr Suhadi Cholil, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Kegiatan ini turut menjadi sarana untuk berbagi pengalaman mengenai situasi radikal agama-agama di Asia sehingga terbentuk pemahaman atas situasi radikal yang ada di berbagai negara di Asia,” ujar Claudia.

Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, OFM Cap turut menanggapi dalam diskusi bahwa, umat Kristiani harus mencoba hidup dalam kedamaian dan hidup bersama sebagai saudara.

Ahmad Syafii Ma’arif yang akrab disapa Buya Syafii, yang turut hadir dalam dialog, dalam kesempatan tersebut juga memberikan pengertian mengenai terorisme yang kerap digeneralisasikan dengan kaum muslim. Buya Syafii menghubungkan gejala terorisme muncul akibat adanya ketidakadilan sosial ekonomi dan masyarakat yang kurang terbimbing.

Facebook Comments