Unicef Dorong Jogja Jadi Kota Layak Anak Kategori Utama

Unicef Dorong Jogja Jadi Kota Layak Anak Kategori Utama

 JOGJA—United Nations Childrens Fund (Unicef) mendorong Jogja menjadi kota layak anak (KLA) kategori utama. Kerja sama semua pihak dari instansi pemerintah hingga masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan untuk mewujudkan harapan itu.

Direktur Perwakilan Unicef Jawa Arief Rukmantara menjelaskan saat ini Kota Jogja memang sudah menjadi kota layak anak (KLA)  di kategori nindya. Adapun urutan penilaian KLA sendiri mulai dari pratama, madya, nindya dan utama. Pihaknya mendorong agar Kota Jogja menjadi KLA di kategori utama.

“Saat ini dua kota di Indonesia yang sudah menyandang predikat KLA kategori utama baru Solo dan Surabaya, kami ingin ikut berpartisipasi agar Jogja bisa segera menyusul di kategori utama,” kata Arief saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Sabtu (22/6/2019) sore.

Kota Surabaya dan Solo dalam waktu pada Oktober 2019 akan mengikuti kompetisi di level internasional karena sudah menyadang predikat utama. Arief yakin Jogja memiliki potensi besar untuk bisa segera menyusul kedua kota tersebut. Sehingga bisa mengikuti kompetisi global kota ramah anak. “Indikatornya [untuk menjadi utama] banyak mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan dan lainnya yang berkaitan dengan anak, tetapi meskipun utama yang memang susah untuk bisa 100 persen sepenuhnya layak anak tentu masih ada beberapa kekurangan biasanya,” ujarnya.

Salah satu kendala mewujudkan 100% sempurna KLA tersebut, kata Arief, adalah terkait persoalan rokok. Salah satu indikator penilaian yang tergolong unggul yaitu mewujudkan kawasan tanpa rokok (KTR), hal ini hampir tidak bisa diterapkan oleh setiap kota di Indonesia.

“Kalau soal rokok memang masih agak sulit, terutama bagaimana agar tidak ada iklan rokok seperti di pinggir jalan,” katanya.

Ia menambahkan untuk mewujudkan kategori utama butuh kerja sama semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat serta swasta. Arief mencontohkan, sebaiknya berbagai program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bersinergi dan fokus pada anak. “Tetapi tidak hanya OPD karena harus ada beberapa situasi kota [yang menjadi penilaian] di mana itu tidak ditentukan sepenuhnya oleh dinas, seperti kenyamanan untuk pejalan kaki, ruang terbuka hijau. Kami saat ini sedang identifikasi untuk diajak bekerja sama terutama aktor di luar pemerintah itu untuk mewujudkan ini [KLA],” katanya.

Ia berharap predikat KLA utama itu bisa dicapai Kota Jogja pada 2020 mendatang. Kalangan swasta diharapkan sangat berperan, seperti hotel agar turut berpartisipasi untuk menyajikan konten dan infrastruktur yang ramah anak.

Facebook Comments