Tokoh Adat Jayapura: 1 Desember Bukan Hari Papua Merdeka

Tokoh Adat Jayapura: 1 Desember Bukan Hari Papua Merdeka

Yogyakartanews.com – Tokoh Adat Jayapura, Papua, Ondoafi Abisai Rollo menyatakan 1 Desember harus dihikmati sebagai masuknya bulan suci bagi umat Nasrani, dan bukan untuk agenda lain seperti hari perayaan Papua Merdeka.

“Jadi Desember adalah bulan suci untuk umat Nasrani. Kita menghadapi kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Natal dan Tahun Baru. Sehingga tidak ada perayaan itu (Hari Papua Merdeka),” tegas Ondoafi Abisai Rolli.

Menurutnya, Papua adalah bagian tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga soal Papua tidak perlu lagi diperdebatkan.

“Di Papua ini kita adalah bagian dari NKRI, tidak ada yang lain. Bendera kita adalah bendera merah putih, tidak ada yang lain. Itu kita kibarkan dari ombak putih-putih sampai pegunungan tinggi. Kalau mau dua bendera, ya dengan Persipura saja, karena Persipura juga bagian dari kebanggaan negara,” kata Abisai yang juga menjabat Ketua DPR Kota Jayapura periode 2019-2024 ini.

Dia meminta jelang 1 Desember semua warga masyarakat bersuka cita, dan pemerintah juga bisa menertibkan penjualan minuman keras (miras).

“Jadi ini bulan sukacita, jangan bulan suci malah ada ketakutan akibat isu-isu. Saya juga meminta kepada aparat keamanan untuk miras itu ditertibkan. Apakah jam penjualannya atau bagusnya lagi dihentikan. Karena miras juga sumber masalah,” tandasnya.

Sebelumnya, tersebar isu akan ada kegiatan berbau politik terkait Papua Merdeka pada 1 Desember 2019 mendatang. Berbagai pihak pun diminta tidak resah, dan fokus pada menjaga Papua sebagai tanah damai.

Facebook Comments