Reuni 212 Dianggap Kegiatan enggak Jelas dan Politik Berbau Agama

Reuni 212 Dianggap Kegiatan enggak Jelas dan Politik Berbau Agama

Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti tak menjamin aksi Reuni 212 yang bakal berlangsung nanti murni kegiatan agama. Pasalnya, sedari awal, aksi yang dipimpin Slamet Maarif itu murni kegiatan politik.

Ray mengatakan, aksi ini sebetulnya sudah tak terlihat lagi massa dan pengikutnya atau hanya gaungnya saja.

 

“Ini terlalu ramah dan sering mempergunakan simbol agama untuk kegiatan politik praktis. Dari awal 212 ini politik dengan apa yang disebut syiar lah,” kata Ray di Jakarta, Sabtu (30/11).

“Tujuannya juga gak jelas juga. Gak produktif dan tak ada keuntungannya,” ungkap Ray.

Ia menyebut, aksi 212 juga sebebarnya tak kuat-kuat sekali. Pasalnya, mereka hanya berhasil menumbangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saja saat Pilkada DKI beberapa waktu lalu.

 

“Dia enggak punya perubahan apa pun dan tak ada implikasi apapun soal sistem politik Indonesia. Terlalu besar energi bangsa ini untuk menumbangkan orangnya dan terus diperingati,” jelas Ray. Oleh sebab itu, Ray meminta kepada pemerintah untuk tak takut dengan kelompok ini.

“Mereka sudah tak punya kekuatan lagi. Jadi biarkan mengalir saja,” tutup Ray.

Facebook Comments