Pertamina jamin pasokan BBM di Maluku-Papua sampai akhir tahun

Pertamina jamin pasokan BBM di Maluku-Papua sampai akhir tahun

PT Pertamina (Persero) Marketing Operational Region (MOR) VIII Maluku Papua menjamin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) aman jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

General Manager PT Pertamina MOR VIII Gema Iriandus Pahalawan mengatakan, jelang Natal dan Tahun Baru dipastikan stok BBM seluruh produk cukup, katanya, di Ambon, Sabtu.

Stok BBM saat ini mencukupi untuk seluruh produk yakni 14 hari mendatang, untuk avtur (bahan bakar pesawat) cukup untuk 15 hari dan LPG cukup 16 hari kedepan.

“Stok BBM maupun LPG tersedia di seluruh fuel terminal, kita pastikan aman jelang hari raya,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan mekanisme penyaluran BBM ke lembaga penyalur yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan dan agen premiun minyak dan solar (APMS) serta agen minyak tanah dan LPG.

“Kita berupaya penuhi stok BBM di lembaga penyalur serta agen minyak tanah dan LPG, selain itu kita juga menginstuksikan agar SPBU tetap buka saat hari raya, karena dipastikan kebutuhan akan meningkat,” ujarnya.

Gema mengakui, tingkat kesibukan kapal di wilayah MOR VIII jelang Natal dan tahun baru juga meningkat, mengingat wilayah ini merupakan kepulauan, sehingga arus mudik menggunakan kapal meningkat.

Pihaknya juga siap menyalurkan BBM ke pulau-pulau terluar di Maluku, dengan dukungan dari stakeholder yakni operator pelayaran yang akan membawa masyarakat mudik, serta dukungan dari dishub dan syahbandar.

“Provinsi Maluku merupakan wilayah kepulauan sehingga mekanisme penyaluran menggunakan mode transportasi darat dan laut, prinsipnya BBM tersalur ke seluruh wilayah,” katanya.

Sebagai BUMN yang diamanatkan pemerintah untuk menjamin keamanan ketersediaan pasokan dan distribusi BBM, maka pelayanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Petugas di depot atau TBBM melaksanakan tugas penerimaan, penimbunan, sampai penyaluran BBM dilakukan setiap hari dengan pengaturan waktu kerja serta memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan kerja.

“Kami juga melakukan upaya monitoring di lapangan, jika kita memperoleh informasi potensi kelangkaan atau kesulitan masyarakat mendapatkan energi, maka kami bekerjasama dengan mitra kami untuk melakukan monitoring lapangan sampai ke titik jalur distribusi yang dikeluhkan masyarakat,” tandasnya.

Facebook Comments