Pemkot Luncurkan 14 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Percontohan Pertama

Pemkot Luncurkan 14 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Percontohan Pertama

Yogyakartanews.com – Sebanyak 14 rumah tidak layak huni (RTLH) di RW 01, Purwokinanti, Kecamatan Pakulaman diresmikan. Bangunan tersebut merupakan proyek percontohan pertama yang dilakukan Pemkot Jogja bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan pilot project yang pertama hasilnya dinilai bagus. Oleh karena itu, dia pun optimistis kolaborasi program tersebut bisa melahirkan kepercayaan baik dari masyarakat maupun dari pihak pemberi bantuan.

“Apalagi dana yang digulirkan dalam program ini jauh lebih besar dibandingkan dengan perbaikan RTLH yang didanai APBD,” katanya di sela-sela penyerahan simbolis hasil program RTLH kolaborasi Pemkot, PT SMF dan Kotaku di Kelurahan Purwokinanti, Sabtu (1/12/2018).

Menurut Haryadi, dana perbaikan RTLH dari APBD Kota Jogja sebesar Rp15 juta untuk setiap rumah. Sedangkan melalui kolaborasi dengan Kotaku dan PT SMF, anggarannya disesuaikan dengan kebutuhan.

Dari total 14 RTLH di RW 01 Purwokinanti, total dana yang dikucurkan mencapai Rp1 miliar atau masing-masing rumah memperoleh dana sekitar Rp34 juta hingga Rp100 juta. “Kami akan memantau secara langsung penggunaan dana untuk perbaikan RTLH tersebut agar sesuai peruntukannya,” kata dia.

Ke-14 unit RTLH di RW 01 Purwokinanti tersebut seluruhnya berada di bantaran Kali Code Kampung Jagalan. Teknis pembangunannya meliputi fondasi, struktur, atap, lantai, dinding dan toilet.

Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan tahun ini dana yang dikucurkan untuk program ini sebesar Rp45 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun 745.000 unit rumah di seluruh Indonesia.

Adapun kolaborasi program dengan Pemkot dan Kotaku, PT SMF bekerja sama dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berupa perbaikan RTLH. “Ini adalah percontohan yang pertama. Tidak menutup kemungkinan ke depan kami akan menambah dan meningkatkan sasaran program,” katanya.

Senior Fasilitator Tim Kota 6, Endar Hidayah mengatakan Kampung Purwokinanti RW 1 menjadi prioritas pertama ditangani karena masuk kedalam tingkat kumuh paling tinggi berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota. Dari tujuh indikator kumuh yakni kondisi jalan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, tinggal dua yang kini belum tertangani yakni proteksi kebakaran dan kondisi bangunan gedung. “Itulah sebabnya Kotaku mengajak PT.SMF untuk satu poin pengerjaan yaitu RTLH,” katanya.

Arung Dirgantara salah seorang warga penerima program menilai jika program tersebut berdampak positif bagi masyarakat Purwokinanti. Salah satunya terkait saluran sanitasi yang baik. “Ini yang dirasakan masyarakat. Kampung tidak lagi kumuh. Kami berharap ke depan program ini bisa meningkatkan perekonomian warga,” kata dia.

Kelurahan Purwokinanti sendiri merupakan salah satu kelurahan yang masuk sebagai Kawasan Permukiman dan Perumahan Kumuh berdasarkan SK Walikota tentang Penetapan Lokasi Kawasan Kumuh di Kota Jogja.

Lokasi yang jadi sasaran program RTLH berada di RW 01 seluas 5,4 hektare. Hingga akhir 2019 ditargetkan tidak ada lagi kawasan kumuh di Kota Jogja. Apalagi, Pemkot juga sudah mengalokasikan perbaikan RTLH bagi 811 unit di tahun depan, belum termasuk bantuan dari DIY dan pemerintah pusat.

Facebook Comments