PDI Perjuangan Ingatkan Pemilu Harus Bebas Intervensi

PDI Perjuangan Ingatkan Pemilu Harus Bebas Intervensi

Surabaya – Mendekati Pemilu 17 April 2019, Sekretaris Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Surabaya, Rudi Yono Antonio mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar terbebas intervensi dari pihak manapun.

“Jangan sampai, misalnya, ada upaya ‘pengkondisian’ dari calon legislatif (Caleg) dari Parpol tertentu. Kami menolak hal itu,” ungkapnya, Minggu (31/3).

Sebaliknya, BSPN meminta KPU dan Bawaslu Surabaya agar mengedepankan prinsip Pemilu bebas dari intervensi kepentingan kelompok, golongan, bahkan hubungan kekeluargaan yang dimulai sejak proses perekrutan komisioner.

“Bagi Penyelenggara Pemilu sejak proses rekrutmen, telah disaring sedemikian rupa dengan berbagai persyaratan yang ketat untuk membentuk sebuah lembaga yang kuat dan disegani berbagai pihak baik yang sedang berkompetisi maupun yang sedang berkepentingan,” jelasnya.

Rudi menambahkan, jika karakter dasar penyelenggara Pemilu yang demokratis ini adalah Independensi, Imparsialitas dan Kompetensi. “Dengan sifat-sifat demikian, maka Penyelenggara Pemilu diharapkan bisa menjadi wasit yang jujur, adil, tidak berpihak serta profesional,” katanya.

Selain itu, pihaknya turut mengimbau kepada masyarakat untuk berani menyatakan keberatan, jika ada ketidaknetralan atau indikasi adanya money politics yang menjangkiti penyelenggara Pemilu.

“Jika ada warga yang menemukan kejanggalan di lapangan, termasuk money politics segera laporkan. Ini demi pelaksanaan Pemilu yang berintegritas,” pungkas Rudi.

Facebook Comments