PDB Indonesia Terbesar Kelima Dunia pada 2045

PDB Indonesia Terbesar Kelima Dunia pada 2045

Jakarta Pemerintah kini sedang bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia yang unggul, berbudaya, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sehingga ekonomi Indonesia dapat tumbuh maju dan berkelanjutan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pertumbuhan ekonomi atau PDB Indonesia ditargetkan dapat menjadi kelima terbesar di dunia pada tahun 2045.

“Sampai sejauh ini kita sudah on the right track, dan mudah- mudahan ke depan kita dapat mencapai apa yang ditargetkan di 2045. Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan mewujudkan visi tersebut,” jelas dia dalam keterangan resmi di acara Visi Indonesia 2045, KBRI Singapura, Minggu (11/11/2018).

Bambang melanjutkan, pada 2045, total penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318,9 juta orang, dengan rasio ketergantungan 53,35 persen. Untuk itu, Pemerintah harus memanfaatkan bonus demografi dengan mengembangkan SDM berkualitas, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan mempromosikan gaya hidup sehat.

“Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima dunia di tahun 2045,” ujarnya.

“Untuk mencapai target ini, pertumbuhan PDB Indonesia harus 5,7 persen per tahun, keluar dari jebakan negara kelas menengah pada 2036, dan PDB per kapita Indonesia harus menembus angka USD 23.199 pada 2045,” ia menambahkan.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga harus masuk peringkat ke-10 dalam Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan berbisnis dengan kontribusi investasi terhadap PDB Indonesia sebesar 38,1 persen.

Menteri Bambang juga menekankan, revolusi industri 4.0 harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing industri nasional, sehingga kontribusi industri terhadap PDB sebesar 26 persen pada 2045.

Adapun untuk mencapai visi Indonesia pada 2045 itu, pemerintah fokus membangun dan meningkatkan kemajuan dalam negeri melalu 4 pilar utama.

Pilar tersebut antara lain seperti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melalui IPTEK, Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan.

Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2018 akan sesuai target yaitu sebesar 5,0 persen – 5,4 persen.

“Mungkin kita di situ (target), kami masih lihat perkiraan kami di situ karena kami lihat secara overall keseluruhan tahun, mungkin perbaikan di kuartal IV sendiri,” kata Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Dia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV akan relatif sama dengan kuartal III. Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen.

“Kami masih perkirakan kuartal IV relatif sama dengan kuartal III untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.

Ekonomi Indonesia diprediksi masih akan terus membaik dengan dorongan dari berbagai faktor penggerak roda perekonomian.

“Domestic demand masih jadi motor perekonomian, begitu juga dengan ekspor dan investasi masih tinggi. Kalau bicara net ekspor dari eksternal demand masih di posisi net minus, karena pertumbuhan impor di atas ekspor. Meskipun ekspor sebenarnya sudah tumbuh, tapi kecepatannya di bawah impor,” dia menandaskan.

Facebook Comments