Menlu Retno Tiba di Myanmar Bahas Konflik Rohingya

Menlu Retno Tiba di Myanmar Bahas Konflik Rohingya

Konflik kembali terjadi di Rakhine State, Myanmar, setelah para tentara menyerang masyarakat etnis Rohingya yang berada di sana. Akibatnya, ribuan orang melarikan diri ke Bangladesh.

Indonesia pun mengecam tindakan kelompok bersenjata yang terjadi sejak 25 Agustus 2017 tersebut. Tak tinggal diam, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Retno Marsudi, tiba di Yangon, Myanmar, pada Minggu 3 September 2017 malam, untuk membahas konflik yang tengah terjadi di Rakhine State.

Kedatangan Menlu Retno di Yangon disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumadi, berserta dua pejabat tinggi Myanmar yakni Deputi Direktur Jenderal Protokol, U Zaw Thomas O, dan Dirjen Stategic Study Kemlu Myanmar, Daw Khay Thi.

“Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tiba di Yangon pada Minggu tengah malam, 3 September 2017. Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Ito Sumardi beserta dua pejabat tinggi Myanmar yaitu Deputi Direktur Jenderal Protokol, U Zaw Thomas O serta Dirjen Strategic Study Kemlu Myanmar, Daw Khay Thi menjemput ketibaan Menlu Retno di Yangon,” tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Natsir, melalui pesan singkat kepada pers, Senin (4/9/2017).

Menurut Arrmanatha Natsir, Menlu Retno rencananya akan melakukan pertemuan dengan State Counsellor, Daw Aung San Suu Kyi, di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw, pada Senin (4/9/2017) pukul 07.00 waktu setempat. Setelah itu, Menlu Retno akan bertemu dengan beberapa menteri lain.

“Pertemuan akan dilakukan seharian. Sore hari, Menlu RI akan kembali ke Yangon,” tutur Arrmanatha Natsir.

Setelah melakukan pertemuan dengan para petinggi di Myanmar, Menteri Retno tak langsung kembali ke Indonesia. Pada Selasa 5 September 2017 pagi, lanjut Arrmantha Natsir, Menlu Retno dijadwalkan menuju ke Dhaka, Bangladesh. Ia akan melakukan pertemuan dengan Menlu Bangladesh guna membahas isu pengungsi etnis Rohingya yang menyelamatkan diri ke negara tersebut.

Konflik yang tengah terjadi di Rakhine, Myanmar, memang mendapat kecaman dari berbagai negara. Pasalnya, penyerangan terhadap etnis Rohingya ini telah memakan ratusan korban jiwa. Puluhan ribu masyarakat Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh untuk terhindar dari serangan tersebut.

Facebook Comments