Medsos Bisa Jadi Alat Perekat Kebangsaan

Medsos Bisa Jadi Alat Perekat Kebangsaan

Jakarta – Keberadaan media sosial (medsos) diibaratkan sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, medsos bisa berfungsi untuk melindungi dan memperkuat hubungan kebangsaan. Namun, di sisi lain, medsos justru bisa menjadi perusak, bahkan pemecah persatuan dan kesatuan.

“Di Indonesia saat ini medsos sama sekali belum berfungsi sebagai alat perekat yang memperkuat sendi-sendi kenegaraan dalam penguatan Pancasila sebagai ideologi negara. Sebaliknya, justru sangat subur dimanfaatkan untuk mengimpor paham-paham yang bersifat radikalisme yang berasal dari negara asing,” ungkap praktisi hukum Suhardi Somomoeljono di Jakarta, Sabtu (5/8).

Semakin liarnya medsos dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, tidak lepas karena penegakan hukumnya masih belum kuat dan jelas. Menurut Suhardi, UU ITE secara ideal harusnya digunakan untuk menegakkan hukum dari penyimpangan-penyimpangan pengguna medsos yang ditengarai adanya pelanggaran hukum.

Namun, sejauh ini, negara (baca kekuasaan eksekutif, legislatif, yudikatif) masih lemah dari perspektif hukum dalam kaitannya dengan kebijakan politik hukum. Hal itu mengakibatkan hukum gagal mengejar tujuannya yaitu mewujudkan keadilan.

“Makanya medsos masih liar sehingga masih sangat sulit menghilangkan fitnah, hate speech, propaganda radikalisme terorisme di dunia maya. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan yang merupakan hal yang fundamental seperti kebinekaan, toleransi, dan lain-lain, pasti terganggu secara signifikan,” ungkap Suhardi.

Ia mencontohkan langkah pemerintah melakukan penjinakan terhadap para penyedia konten. Itu membuktikan bahwa pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan yang sifatnya parsial dan jelas tidak menyelesaikan masalah secara hukum. Padahal jelas, keberadaan penyedia konten seperti facebook, twitter, instagram, telegram, banyak sekali mengeruk keuntungan materi dari rakyat Indonesia, sebagai objek pasar mereka.

“Mereka telah mengobok-obok rakyat untuk kepentingan objek pasar, tetapi kebijakan legislasi yang dibangun tidak mampu mengendalikan dan menangkap semua itu,” tukas Suhardi.

Suhardi menegaskan, kunci untuk mewujudkan medsos sebagai perekat ukhuwah kebangsaan ada di tangan pemerintah yaitu penguatan penegakan hukum. Kalau sekadar imbuan dan ajakan, ia yakin medsos akan banyak menimbulkan masalah lebih besar lagi di masa mendatang.

Facebook Comments