Media Harus Berperan Cegah Penyebaran Paham Terorisme

Media Harus Berperan Cegah Penyebaran Paham Terorisme

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BPNT) menggelar sosialisasi pencegah terorisme yang dikemas dalam Literasi Digital sebagai Pencegahan Radikalisme dan Terorisme.

Kegiatan ini diikuti puluhan pegiat dan aktivis media sosial, mahasiswa dan berbagai elemen yang ada di DIY. Harapannya mereka bisa menjadi agen dalam pencegahan terorisme, Kamis (2/8/2018).

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Andi Intang Dulung mengatakan, media memiliki peran yang strategis dalam pencegahan terorisme. Tanpa ada media, informasi tidak akan bisa tersampaikan dan terbaca oleh publik. Tinggal bagaimana sebuah media mampu menyiarkan konten yang positif. Termasuk dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme.

Dalam era seperti saat ini, kata Andi, informasi sangat mudah tersebar di masyarakat. Bahkan informasi yang tidak benar dibuat berita seperti keadaan sebenarnya. Hal ini menjadikan masyarakat bingung. “Berita makam Amrozi (Terpidana Terorisme) dibongkar itu tidak ada. Keluarganya saja bingung karena karena itu tidak ada,” ujarnya.

Menurut Andi, informasi itu dibuat oleh pihak yang tidak jelas, untuk memprovokasi dan menyebarkan paham radikalisme. Masyarakat yang rentan terpapar akan mengikuti informasi ini. Jika sudah kecanduan mereka akan sulit keluar. Apalagi para pelaku teror terus menebar ajaran untuk merekrut masyarakat. “Di sinilah media harus bisa ikut mencegah,” ucapnya.

Kasus terorisme di Surabaya, kata dia, tidak lepas dari ajaran yang salah. Anak yang lugu dan tidak tahu permasalahan ikut dikorbankan. Mereka yakin akan bertemu di surga. Kenyataanya anak mereka justru selamat dan tidak ikut tewas dalam ledakan.

BNPT akan mendata para tenaga pendidik di jenjang PAUD sampai TK untuk diberikan pemahaman dan sosialisasi. Sebab, sudah ada sekolah yang meningalkan rasa nasionalisme dengan tidak menggelar upacara atau hormat kepada bendera.

Kasubditbintibluh Polda DIY, Kompol Sinungwati mengatakan, Polda DIY, telah bekerja sama dengan semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan kamtibmas dan pencegahan terorisme, bahkan dari anak TK sampai dengan SMA/SMK dan mahasiswa juga dirangkul. “Mulai dari Polisi Sahabat Anak, PKS hingga Satuan Mahasiswa Bhayangkara kita dekati,” ujarnya.

Agar manusia memiliki imunitas, kata dia, mereka diberikan sosialisasi dan upaya pencegahan. baik dari masalah narkoba, kamtibmas hingga pahama radikalisme.

Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar mengatakan terorisme telaha menghancurkan nilai kemanusiaan dan pembangunan. Itu terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat atas paham radikalisme. “Masyarakat harus berani berkata tidak unt menolak penyimpangan seperti itu,” tuturnya.

Dia mengakui, saat ini, ada media partisan yang memprovokasi dan mengajarkan pahama radikalisme. Media seperti itu tidak pantas disebut sebagai media karena tidak ada komitmen untuk membangun kemanusiaan. “Mereka hanya terikat pada duit dan duit. Jadinya melakukan cara yang tuidak bermoral,” tuturnya.

Facebook Comments