Kunjungi 25 Destinasi di Yogyakarta, Ribuan Peserta Bawa Misi Perdamaian dan Toleransi

Kunjungi 25 Destinasi di Yogyakarta, Ribuan Peserta Bawa Misi Perdamaian dan Toleransi

Yogyakarta – Pada hari ke tiga perayaan Asian Youth Day ( AYD) 2017, ribuan peserta mengunjungi 25 destinasi yang berbeda menggunakan bus dengan melakukan exposure sebagai kegiatan pokoknya.

Tempat-tempat yang dipilih acapkali melakukan pelayanan pada sesama, bersifat gerejawi dan budaya, yakni gereja, sekolah, dan komunitas. Beberapa di antaranya adalah Tunggal Hati Seminari dan Tunggal Hati Maria, Paroki Santo Antonius Kota Baru, Gua Maria Sendangsono, SD Kanisius Kokap, dan Festival Kesenian Tradisional Kulon Progo.

Peserta AYD tentu membawa suatu misi ketika berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Dalam tiap lokasi, tiap peserta berpartisipasi dan berdiskusi dengan suatu komunitas. Salah satu lokasi exposure, yaitu di Pusat Musik Liturgi, para peserta diberi kesempatan untuk memainkan angklung, gamelan dan kolintang yang merupakan alat musik tradisional di Indonesia. Pusat Musik Liturgi memperlihatkan inkulturasi dari instrumen asli Indonesia dalam peribadatan. Komposisi musik dari tempat ini telah dinyanyikan di gereja seluruh Indonesia.

“Being religious is about being interreligious,” Steering Committee AYD 2017, Romo Andreas Setyawan, SJ, dalam siaran persnya, Sabtu (5/8/2017).

Asian Youth Day juga turut melibatkan saudara Muslim untuk berbagi cerita mengenai Islam di Indonesia dalam aktivitas exposure. Momen ini sekaligus menjadi perjumpaan dan dialog untuk membuat kaum muda Asia memahami agama Islam, yang menjadi agama mayoritas di Indonesia. Dalam dialog ini, saudara Muslim yang diwakili pula oleh kaum muda membagikan pengalamannya ketika tinggal di Indonesia yang plural namun penuh toleransi.

“Perjumpaan seperti inilah yang membuat rasa toleransi kita bukan sekedar toleransi diam,” tutur Rifqi Fairuz, yang mewakili rekan muda muslim.

Rekan muda muslim yang ambil bagian dalam perjumpaan ini merupakan relawan yang menyediakan diri untuk berbagi dengan kaum muda Asia dalam acara AYD 7.  Beberapa kali mereka mengadakan workshop untuk mempersiapkan acara ini. Workshop yang dilakukan turut didukung oleh Alissa Wahid, koordinator nasional Jaringan Gusdurian.

Facebook Comments