Jembatan Sungai Puting Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Jembatan Sungai Puting Dongkrak Ekonomi Masyarakat

KEBERADAAN jembatan Sungai Puting di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Jembatan penghubung antara Kabupaten Barito Kuala dan Tapin yang dibangun pihak swasta PT Antang Gunung Meratus ini menelan biaya sebesar Rp70 miliar.

Jembatan Sungai Puting membentang di atas Sungai Nagara dibangun dengan dana CSR perusahaan tambang batubara PT Antang Gunung Meratus ini mulai dibuka untuk umum awal November 2019. Jembatan ini dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Menteri PUPR dalam waktu dekat.

Camat Candi Laras Utara, Parianata mengatakan keberadaan jembatan ini sangat penting bagi kelancaran transportasi dan peningkatan ekonomi masyarakat tidak hanya masyarakat di wilayahnya tetapi juga masyarakat Kalsel.

“Masyarakat begitu antusias dengan kehadiran jembatan ini. Bahkan mendesak segera dibuka untuk umum tanpa menunggu jadwal peresmian yang masih disusun pemerintah daerah.

Hal itu disebabkan selama ini wilayah Kecamatan Candi Laras Utara yang berada di bagian ujung Kabupaten Tapin menghadapi kendala akses jalan dan jembatan. Untuk jalur transportasi dari arah Rumpiang Kabupaten Barito Kuala menuju Margasari Kabupaten Tapin, masyarakat harus antri menggunakan kapal ferry penyeberangan melintasi Sungai Negara.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar menyambut baik pembangunan jembatan oleh pihak swasta yang merupakan bukti kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah dan masyarakat sekitar.

“Dengan terbangunnya jembatan ini tentu bisa mempercepat jarak tempuh dan juga mempermudah warga yang beraktivitas, serta manfaat bagi ekonomi masyarakat.

Budi Karya, Eksternal Relation PT Antang Gunung Meratus, ditemui di sela-sela kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapin kemarin mengatakan jembatan Sungai Puting yang menjadi penghubung antara Kabupaten Tapin dengan Barito Kuala ini dibangun dengan dana CSR perusahaan senilai Rp70 miliar. Perusahaan tambang ini beroperasi di dua kabupaten yaitu Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

Adapun beberapa program CSR perusahaan yang sudah berjalan antara lain di Kabupaten Tapin berupa pembangunan Tugu Bundaran Tamasa, Jembatan Sungai Puting, kawasan konservasi dan Ekowisata Bekantan serta berbagai program CSR lainnya di bidang pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan program CSR yang dilaksanakan meliputi bantuan bus sekolah, pembangunan tempat pembuangan sampah akhir, serta program CSR bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

 

Facebook Comments