Ideologi Pancasila Ditanamkan Melalui Permainan Tradisional

Ideologi Pancasila Ditanamkan Melalui Permainan Tradisional

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menanamkan ideologi pancasila melalui permainan tradisional. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPIP Prof Hariyono menjelaskan, permainan rakyat dan olahraga tradisional Indonesia merupakan kearifan lokal yang mengandung nilai Pancasila.

“Sehingga, perlu senantiasa dipelihara serta dikenalkan kembali kepada generasi muda saat ini,” kata Hariyono dalam Musyawarah Nasional Komunitas bertema “Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Giat Permainan Tradisional” di Bogor, Selasa (10/12).

Menurutnya, bangsa yang kokoh merupakan bangsa yang mampu merawat budayanya. Karena itu, dia mengatakan, dengan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang homo loden (makhluk bermain).

“Makhluk bermain adalah makhluk yang disiplin, taat aturan ikhlas menjalankan tugas dan selalu berusaha meraih prestasi yang tertinggi, dan itulah nilai-nilai Pancasila.

Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Rima Agristina, mengajak semua pihak untuk bergotong royong mempopulerkan permainan rakyat dan olahraga tradisional. Dengan demikian, sekat yang terdapat dalam masyarakat dihilangkan.

“Kita ciptakan sistem sehingga permainan rakyat dan olahraga tradisional menjadi wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila, menghilangkan sekat-sekat yang ada di masyarakat, sarana belajar ke-Indonesia-an.

Selain itu, Rima mengatakan, melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional memiliki nilai nilai tambah. Dia menyebut, perekonomian masyarakat juga dapat terangkat.

“Bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk UKM bagi pengrajin alat permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Munas tersebut, juga diikuti sebanyak 500 peserta yang berasal dari 28 komunitas permainan tradisional seluruh Indonesia. Setidaknya, terdapat 2600 permainan tradisional di Indonesia yang berhasil di inventarisasi mulai dari permainan Teuku Umar Spel, congklak hingga dagongan.

Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Dr M. Zaini Alif menjelaskan, akan berupaya untuk mendorong BPIP agar dapat membuat sebuah program bermain di sekolah. Sebab, Zaini menyatakan, permainan tradisional juga memiliki manfaat pembelajaran yang tinggi.

“Mendorong BPIP ini pada kemandirian pendidikan untuk membuat sebuah program mungkin 30 menit sebelum belajar (murid) bermain dulu agar bisa lebih fresh.

Facebook Comments