Dari Aceh hingga Papua, Sentra Bawang Putih Kembali Tumbuh

Dari Aceh hingga Papua, Sentra Bawang Putih Kembali Tumbuh

Program swasembada bawang putih yang dicanangkan 2017 lalu oleh Mentan Amran Sulaiman kini mulai menunjukkan hasilnya.

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyampaikan komitmen untuk mengejar swasembada bawang putih pada tahun 2021.

Sejak swasembada bawang putih dicanangkan tahun 2017, sentra-sentra produksi bawang putih yang pada periode 1990-an pernah berjaya seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur, kini kembali menggeliat bangun dari tidur panjangnya.

“Tak hanya itu, kini mulai menjamur sentra baru penanaman bawang putih. Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT bahkan sampai ke Papua,” ungkap Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/12/2018).

Suwandi menegaskan, sejak digulirkan program menuju swasembada bawang putih oleh Mentan Amran Sulaiman, telah terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan. Luas tanam bawang putih yang tidak beranjak dari kisaran 2.000-an hektare (ha) selama bertahun-tahun di tahun 2018 ditargetkan melonjak menjadi lebih dari 10.000 ha yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir.

“Artinya, naik 500% tanam tahun ini. Tahun 2019 nanti kita akan kejar tanam 18.000 ha untuk mencapai swasembada benih,” tegasnya.

Karena itu, Suwandi menyebutkan pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tahun 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 ha di delapan kabupaten dan tahun 2018 meningkat menjadi 5.949 ha yang tersebar di 79 kabupaten.

“Tahun depan kita upayakan minimal 10.000 ha lagi dari APBN dan 8.000-an ha dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi menguraikan wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan. Di antaranya di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan.

Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun dan Humbang Hasundutan. Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim hingga OKU Selatan.

“Wilayah gugusan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan, Bangli, Lombok Timur, di NTB, TTS di NTT. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel,” ungkapnya.

Perlu diketahui, saat ini sentra baru yang tumbuh dan berkembang umumnya menggunakan varietas lokal seperti Lumbuh Hijau, Lumbu Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru dengan rata-rata produktivitas 8-15 ton per ha. Lahan tanam disarankan di ketinggian di atas 800 meter dpl. Pemanenan setelah berumur 110-130 hari pascatanam.

“Kami yakin, dengan melihat dinamika dan perkembangan lapang, swasembada bawang putih bisa kita raih dan capai pada tahun 2021,” pungkas Suwandi.

Facebook Comments