Banyak Generasi Milenial Tak Paham Makna Hari Pahlawan

Banyak Generasi Milenial Tak Paham Makna Hari Pahlawan

JAKARTA – Ketua Umum Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar Pemuda Mahasiswa Islam (PAPMI) Bursah Zarnubi mengatakan, Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November harus terus digelorakan, terutama di kalangan generasi milenial.

Tujuannya, agar generasi milenial memahami makna Hari Pahlawan dengan peduli terhadap nasib bangsa ke depan. Bursah menyatakan pandangannya, melihat kenyataan banyak generasi milenial terkesan tak lagi peduli dengan lingkungan sosial.

“Padahal, mereka sangat dibutuhkan untuk jalannya bangsa ini. Tentu dimulai dari lingkungan sekitar,” ujar Bursah pada seminar mengangkat tema ‘Makna dan Arti Pahlawan Bagi Milenial, di Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Bursah kemudian membandingkan sikap generasi milenial dengan pemuda di era 1980-an. Generasi muda ketika itu sangat aktif mengawal perkembangan demokras, meski kebebasan dibatasi pemeritahan Orde Baru.

“Karena keterpanggilan banyak terlibat dengan perkembangan sosial yang menuntut membebaskan diri dari rezim otoritarian Orde Baru,” ucapnya.

Bursah juga mengatakan, kampus secara historikal harus benar-benar menjadi tempat kebebasan berpikir, seperti di masa Orde Baru. Jangan kampus terkesan hanya menjadi mesin ‘peternak’ mahasiswa yang tujuannya ijazah.

Bursah mendorong para mahasiswa sebagai generasi milenial mengambil pelajaran dari para pahlawan kemerdekaan. Selain itu, pemuda, kata Bursah, juga harus mencontoh semangat para pemuda yang mencetuskan Sumpah Pemuda pada 1928 lalu.

“Bayangkan, seandainya tak bisa mempertahankan Sumpah Pemuda, Pancasila dan NKRI, Indonesia mau jadi apa ke depan. Kita harus menjaga, bahwa kita bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa,” pungkas Bursah.

Facebook Comments